Gorontalo – Sebanyak 166 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Sosial (KKS) Mandiri Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sultan Amai Gorontalo mendapat sambutan langsung dari Bupati Gorontalo, Dr. Sofyan Puhi, di halaman Kantor Bupati Gorontalo, Senin, 5 Oktober 2026.
Penyambutan peserta KKS Mandiri tersebut berlangsung bersamaan dengan Apel Besar Konsolidasi Jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang mengusung semangat “Satu Barisan, Satu Komando, Satu Gerakan Bersama Sofyan Puhi.” Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintahan kecamatan, pemerintahan desa, dan seluruh unsur yang berperan langsung dalam pelayanan serta pembangunan masyarakat.
Kehadiran peserta KKS Mandiri FITK UIN Sultan Amai Gorontalo turut didampingi oleh Dekan FITK, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta dosen pembimbing KKS. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas tersebut menunjukkan komitmen FITK dalam memastikan program pengabdian mahasiswa berjalan secara terarah, terkoordinasi, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 166 peserta KKS Mandiri selanjutnya akan ditempatkan di beberapa wilayah di Kabupaten Gorontalo. Para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pengabdian yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah masing-masing, terutama dalam bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi desa.
Bupati Gorontalo Dr. Sofyan Puhi menyambut baik kehadiran mahasiswa KKS Mandiri FITK UIN Sultan Amai Gorontalo. Dalam momentum konsolidasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menekankan pentingnya kesamaan arah, koordinasi, dan sinergi hingga tingkat desa agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa pembangunan desa perlu berjalan searah dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Gorontalo.
Pelaksanaan KKS Mandiri menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut melaksanakan program kerja, tetapi juga diharapkan mampu melakukan pemetaan kebutuhan, beradaptasi dengan kondisi sosial masyarakat, membangun komunikasi dengan pemerintah setempat, serta melahirkan program-program yang aplikatif dan berkelanjutan.
Bagi FITK UIN Sultan Amai Gorontalo, KKS Mandiri merupakan bagian penting dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, sosial, kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terdapat di masyarakat.
Kehadiran peserta KKS dalam Apel Besar Konsolidasi juga menjadi momentum strategis karena mahasiswa dapat melihat secara langsung pentingnya koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan unsur masyarakat. Apel tersebut diikuti berbagai unsur pemerintahan dan pendamping masyarakat sebagai bagian dari penguatan koordinasi pembangunan serta pelayanan publik di Kabupaten Gorontalo.
Melalui pelaksanaan KKS Mandiri ini, FITK UIN Sultan Amai Gorontalo berharap 166 mahasiswa peserta KKS dapat berkontribusi secara optimal di setiap lokasi penempatan, membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah dan masyarakat, serta menghadirkan program-program yang memberi dampak positif selama masa pengabdian.
Penyambutan langsung oleh Bupati Gorontalo menjadi awal yang positif bagi pelaksanaan KKS Mandiri tahun 2026 sekaligus memperkuat sinergi antara FITK UIN Sultan Amai Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mendukung pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah.
Penulis Taufik Taib


