Stadium General FITK UIN Sultan Amai Gorontalo: Mengkaji Tradisi Islam-Hadhrami dan Otoritas Habaib dalam Pengembangan Pesantren di Indonesia

Gorontalo – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sultan Amai Gorontalo menyelenggarakan Stadium General pada Selasa, 01 September 2026 bertempat di AULA FITK Kampus 2 Kec. Limboto Kab. Gorontalo dengan mengangkat tema “Tradisi Islam-Hadhrami dan Otoritas Habaib dalam Pengembangan Pesantren di Indonesia”. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan Islam di Indonesia, khususnya relasi antara tradisi Islam-Hadhrami, otoritas keagamaan habaib, dan perkembangan pendidikan pesantren.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan FITK, antara lain, Dekan FITK UIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Arten Mobonggi, M.Pd, para Wakil Dekan, Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI), anggota Dewan Guru, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FITK.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FITK Prof. Dr. Arten H. Mobonggi, M.Pd menyampaikan sambutan sekaligus memberikan arahan kepada seluruh sivitas akademika dalam menghadapi Tahun Akademik 2026/2027.

Dekan menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang semakin kuat, profesional, dan berorientasi pada mutu. Menurutnya, tahun akademik baru harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus menghadirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan FITK.

“Tahun akademik baru harus kita maknai sebagai momentum untuk memperbaiki apa yang masih kurang, mempertahankan hal-hal yang sudah baik, dan menghadirkan inovasi baru demi kemajuan fakultas,” ujar Dekan dalam sambutannya.

Dekan juga mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk memperkuat kolaborasi dan membangun suasana kerja yang harmonis. Menurutnya, kemajuan fakultas tidak hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur sivitas akademika.

Sementara itu, Wakil Rektor I, Dr. Herson Anwar, M.Pd, dalam sambutannya memberikan penguatan terkait arah pengembangan akademik universitas memasuki Tahun Akademik 2026/2027. Wakil Rektor I menegaskan bahwa transformasi kelembagaan menuju universitas harus diikuti dengan peningkatan kualitas tata kelola akademik, sumber daya manusia, layanan kepada mahasiswa, serta produktivitas tridharma perguruan tinggi.

“Perubahan status kelembagaan menjadi universitas harus diikuti dengan perubahan cara berpikir, budaya kerja, dan kualitas layanan akademik. Kita harus memastikan bahwa UIN Sultan Amai Gorontalo semakin unggul, progresif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh fakultas dan program studi terus memperkuat implementasi sistem penjaminan mutu, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong dosen untuk produktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah.

Hadir sebagai narasumber Dr. Ahmad Zaenuri, M.Pd., yang mengulas secara mendalam tradisi Islam-Hadhrami serta posisi dan otoritas habaib dalam perkembangan pesantren di Indonesia. Pembahasan diarahkan pada perjalanan historis komunitas Hadhrami, pembentukan otoritas keagamaan, serta kontribusinya dalam proses transmisi keilmuan dan pengembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Melalui pemaparan narasumber, peserta diajak memahami bahwa perkembangan pesantren tidak dapat dilepaskan dari berbagai jaringan keilmuan, tradisi keagamaan, dan interaksi sosial yang berkembang dalam sejarah Islam. Kehadiran habaib dan jaringan Hadhrami menjadi salah satu bagian penting yang turut memberikan warna terhadap perkembangan dakwah, pendidikan, serta kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Indonesia.

Pelaksanaan Stadium General ini juga menjadi bagian dari komitmen FITK UIN Sultan Amai Gorontalo dalam menciptakan atmosfer akademik yang kritis, terbuka, dan berwawasan luas. Melalui kegiatan ilmiah seperti ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dari proses perkuliahan, tetapi juga mampu memperkaya perspektif mengenai sejarah, tradisi, dan dinamika pendidikan Islam di Indonesia.

Kegiatan berlangsung dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat melalui berbagai pertanyaan dan tanggapan yang berkembang selama sesi diskusi, terutama berkaitan dengan posisi tradisi Hadhrami dan otoritas habaib dalam konteks perkembangan pesantren dan pendidikan Islam Indonesia masa kini.

Melalui kegiatan Stadium General ini, FITK berharap seluruh sivitas akademika memiliki visi dan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab akademik. Tahun akademik baru diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian kalender akademik, tetapi menjadi awal dari langkah baru menuju FITK yang semakin unggul, adaptif, profesional, dan berdampak.

FITK UIN Sultan Amai Gorontalo — Unggul, Progresif, dan Berdampak.