Rektor dan Pimpinan Fakultas Hadiri Seminar Nasional Festival Muharram 1448 H

Gorontalo-Dalam rangka menyemarakkan Festival Muharram 1448 H/2026 M, Kementerian Agama Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar Seminar Nasional bertema “Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa-Rabu, 14-15 Juli 2026 bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta. Delegasi IAIN Sultan Amai Gorontalo dipimpin langsung Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo Prof. Dr. Ahmad Faisal, dan didampingi oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Prof. Dr. Arten H. Moboggi dan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Prof. Dr. Muh. Rusli.

Seminar Nasional ini dihadiri oleh 51 PTKIN di Indonesia, yang masing-masing mengirimkan Rektor atau Ketua PTKIN didampingi Guru Besar. Forum tersebut membahas berbagai strategi pembangunan peradaban Islam yang mampu menjawab tantangan global melalui pendidikan, riset, inovasi, serta kolaborasi lintas institusi.

Dalam seminar tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan pidato kunci bertajuk “Islam dan Transformasi Peradaban Dunia” Dalam paparannya, Menteri Agama menekankan pentingnya peran institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, moderasi beragama, dan transformasi peradaban yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan global.

Tema rekonstruksi peradaban Islam dipilih karena umat Islam memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, ekonomi, dan kehidupan sosial. Namun, perkembangan zaman menuntut umat Islam untuk kembali membangun fondasi peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan sunah, sekaligus adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pelaksanaan seminar berlangsung melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai strategi membangun kembali peradaban Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Melalui Seminar Nasional Festival Muharram 1448 H/2026 M ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadikan momentum hijrah sebagai titik awal perubahan. Rekonstruksi peradaban Islam harus diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, tokoh agama, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan tersebut ditutup dengan ajakan untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan tradisi keilmuan, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Seminar nasional ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun peradaban Islam yang maju, inklusif, berkeadilan, dan mampu memberikan kontribusi bagi terciptanya dunia baru yang lebih baik.

 

Penuli Taufik Taib