Bone Bolango, Dalam upaya meningkatkan kompetensi bahasa asing mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan global, Intensive Training Program of English and Arabic resmi diselenggarakan oleh UPT Pusat Pengembagan Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo pada hari kamis dan jumat 16 s.d 17 Juli 2026 di Pondok DSP Jl. Samadi Ds. Langge Kec. Tapa Kab. Bone Bolango. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan mampu berkomunikasi secara efektif dalam bahasa internasional maupun bahasa keilmuan Islam.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa Arab secara intensif melalui pendekatan pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan berorientasi pada praktik. Selama pelaksanaan program, peserta memperoleh materi yang mencakup keterampilan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing), serta penguatan kosakata dan tata bahasa.
UPT Pusat Pengembagan Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo pada kegiatan Intensive Training Program of English and Arabic menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten Dr. Muhammad Naili, S.Pd., M.Hum Dosen FAI-UMI, Imam Dairozi, S.S. adalah seorang pendidik dan kreator konten asal Gorontalo. Ia dikenal sebagai guru Bahasa, Lismawati Lapasi, M.Ed adalah seorang akademisi, aktivis pendidikan, dan penerima beasiswa Fulbright asal Gorontalo. Saat ini ia menjabat sebagai Project Manager serta instruktur Public Speaking di UPA Bahasa dan Muzdalifah Mahmud, M.Pd Dosen Sastra dan Budaya pada Universitas Negeri Gorontalo.
Acara Intensive Training Program of English and Arabic (ITP) dibuka langsung oleh Dr. H. Ibnu Rawandhy N. Hula, S.S.,M.A selaku Kepala UPT Pusat Pengembagan Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa diera globalisasi. Bahasa Inggris menjadi jembatan dalam mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi internasional, sementara bahasa Arab memiliki peran strategis dalam pengembangan kajian keislaman dan pemahaman terhadap sumber-sumber primer ajaran Islam.
“Melalui Intensive Training Program (ITP) ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu berkomunikasi secara aktif menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Kompetensi ini akan menjadi nilai tambah dalam melanjutkan studi, memasuki dunia kerja, maupun membangun jejaring internasional,” ujarnya.
Selain penyampaian materi di kelas, program ini juga menghadirkan berbagai aktivitas pendukung seperti, percakapan (conversation), permainan edukatif (language games), hingga evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan kemampuan peserta.
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka menilai program tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih intensif dibandingkan perkuliahan reguler, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab dalam kehidupan akademik maupun sehari-hari.
Melalui penyelenggaraan Intensive Training Program of English and Arabic, IAIN Sultan Amai Gorontalo terus memperkuat budaya akademik yang berorientasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung terwujudnya lulusan yang profesional, berdaya saing global, serta mampu menjadi duta perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis Taufik Taib



















