Motapula Tanggi: Warisan Budaya Gorontalo yang Menanamkan Nilai Akhlak, Sosial, dan Identitas Budaya

Gorontalo – Permainan Tradisional Motapula Tanggi merupakan salah satu warisan budaya Gorontalo yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai kecerdasan, karakter, dan kebersamaan. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Permainan Tradisional Motapula Tanggi Warisan Budaya Kecerdasan” yang menghadirkan Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Hasyim Mahmud Wantu, dan Budayawan Gorontalo, Ali Mobiliu, sebagai narasumber.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 Juli 2026 di RRI Pro 1 Gorontalo ini bertujuan memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus mendorong upaya pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Gorontalo.

Dalam pemaparannya, Dr. Hasyim Maahmud Wantu menjelaskan bahwa Motapula Tanggi merupakan permainan tradisional yang memiliki nilai edukatif tinggi. Menurutnya, permainan tersebut mampu melatih kemampuan berpikir logis, menyusun strategi, mengambil keputusan, meningkatkan konsentrasi, serta membangun sikap disiplin dan sportivitas.

“Motapula Tanggi bukan sekadar permainan tradisional, tetapi merupakan media pembelajaran yang mengembangkan kecerdasan intelektual, sosial, dan emosional. Lebih dari itu, permainan ini menjadi sarana pendidikan akhlak melalui penanaman nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas; pendidikan sosial dengan membangun kerja sama, komunikasi, sikap saling menghargai, dan kepedulian antarsesama; serta pendidikan budaya dan identitas yang memperkenalkan generasi muda pada warisan budaya Gorontalo, sehingga tumbuh rasa cinta, bangga, dan tanggung jawab untuk melestarikannya. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda sebagai bagian dari pendidikan karakter,” ujar Dr. Hasyim Mahmud Wantu.

Ia menambahkan bahwa keberadaan permainan tradisional perlu terus diperkenalkan melalui lingkungan keluarga, sekolah, maupun perguruan tinggi agar tidak tergerus oleh perkembangan teknologi dan budaya digital yang semakin mendominasi kehidupan anak-anak.

Sementara itu, Ali Mobiliu menjelaskan bahwa Motapula Tanggi merupakan bagian dari kekayaan budaya Gorontalo yang lahir dari pengalaman hidup masyarakat pada masa lalu. Menurutnya, permainan tradisional mencerminkan cara berpikir, nilai sosial, dan kearifan lokal yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Permainan tradisional adalah dokumen budaya yang hidup. Di dalam Motapula Tanggi tersimpan sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, pelestariannya bukan hanya menjaga sebuah permainan, tetapi juga menjaga memori kolektif dan jati diri daerah,” ungkap Ali Mobiliu.

Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi, penelitian, dan pengenalan permainan tradisional melalui kegiatan akademik maupun kebudayaan agar warisan budaya tersebut tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai sejarah, filosofi, aturan permainan, serta manfaat Motapula Tanggi dalam membentuk karakter dan kecerdasan. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai sejarah, nilai budaya, serta peluang pengembangan permainan tradisional sebagai media pembelajaran.

Di akhir kegiatan, kedua narasumber mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya dunia pendidikan, untuk berperan aktif dalam melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.

Penulis Taufik Taib